Dadaku rasanya sesak sekali....seperti ada beban besar yang menghimpit setiap kali harus ku tahan dan ku tahan dan pada akhirnya aku hanya mampu menelannya sendiri....
Bukan tak ingin menampakannya, tapi semua itu terasa tidak mudah bagiku bila kesekian kalinya menyimpan semuanya sendiri. Orang hanya bisa menilai dari luar, tak mampu melihat yang sebenar di dalamnya, tak mau menerka apa hati ini menerima atau tersakiti. Selama kucoba bersabar dan menelannya sendiri, selama itu pula hanya butiran demi butiran berjatuhan yang menemaniku...
Sakitnya terasa sampai di kepalaku, bahkan aku sendiri sudah tak mampu berucap satu patah kata pun....Aduhai hati, mengapa kau tak mampu membuatnya terbaca orang lain? Tidakkah kau merasa bersedih atas semuanya....Tidakkah kau merasa mereka tidak adil? Mereka hanya ingin kamu ada saat mereka butuhkan, mereka hanya ingin kamu memahaminya tapi tak mau memahamimu...dan dengan mudahnya mereka berkata "padamu tak nampak rasa sakit dan luka sedikitpun".
Sungguhkah? tapi dalam hati aku menangis...dalam hati aku hanya mampu menentramkan hatiku yang tak mampu menahan butiran yang menetes tanpa henti...dan dalam hati aku hanya bisa menahan dan menahan...
Rasanya seperti disayat sembilu, bebannya seperti massa yang tak terhingga hingga akupun tak kuasa membendung segala luka ini dan aku pun berkata "terlalu sering kumemendamnya..." tapi pada siapakah yang mengerti selainNya??? karena padaNya aku serahkan semuanya...Aku tak mau hancur dalam kesedihanku, aku tak mau semakin menyakiti diri dan hatiku sendiri...
Kucoba untuk bersabar dan memaafkan, walaupun sekian kali memaklumi dan terus memaklumi, tapi karena itu pula aku kembali menelan rasa pahit sakit hati yang entah kapan berkesudahan. Sakitnya bertumpuk sedikit demi sedikit hingga akhirnya aku tak tau sekarang sudah seperti apa rasanya....
Inginku mencoba mengungkapkan tapi aku tak mampu membuat mereka terluka dan membuat semuanya terasa renggang. Dan untuk kesekian kalinya aku menelannya sendiri....T_T
Berkaca pada hatiku yang pilu, tak nampak bayangan indah sedikitpun... ia berbayang suram, tapi orang tak tau itu... dan mungkin sampai kapanpun tak akan mau tau akan pilu ini....
Aku bertanya pada hatiku, "sampai bila akan begini?" selalu menyimpan rahasia hati tanpa orang tau...dan terkadang aku merasa tak satupun memahami...
Aku masih ingin membahagiakan orang-orang di sekitarku, tapi entah mengapa mereka tak henti menyayat luka yang belum jua mengering....
Allah...apakah ini balasan untukku atas dosa-dosaku di masa yang lalu? jika pun iya...maka kuterima taqdir ini ya Allah, aku hanya meminta "beri hamba, hati yang lapang dan rasa memaafkan yang tak terhingga agar bisa menghadapi semua ini dengan lapang hati"
Mungkin aku masih akan terus menelannya, dan aku tetap bertanya di setiap masanya...."sampai bila harus ku telan luka ini????"
semoga engkau yang mencantumkan luka ini, pun akhirnya menyadari bahwa kita tidak hanya menuntut untuk dipahami tapi jua memahami hati orang lain....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar