Hatiku berkata "ya" tapi pikiranku berkata "tidak". hampir di setiap waktu aku harus berperang dengan ungkapan hati yang jarang sejalan dengan apa yang ada di pikiranku.
entah bagaimana rasanya nanti...entah bagaimana jadinya nanti...entah bagaimana aku harus menghadapinya nanti...entah..entah..entah... aku mencoba untuk menekannya jauh ke alam bawah sadarku, namun ia terus saja muncul ke atas. mungkin aku lupa dengan keniscayaan 'semakin kuat tekanan ke bawah, maka ia akan semakin kuat naik ke atas'....ya...rasanya aku perlu menyelaraskan isi hati dan pikiranku yang terus beradu.
satu sisi aku tidak ingin menyesal, namun di sisi lain aku ingin menjaga sesuatu begitu halus. berkali kubertanya bagaimana akhirnya? berkali pun kumenjawab semuanya akan baik-baik saja. tapi jawaban itu tidak mampu memuaskan aku dari dahaga yang terlanjur masuk ke dalam hati dan pikiranku.
Aku tidak memintanya ya Allah, hanya saja aku belum mampu melepasnya...
aku takut salah melangkah...aku takut salah memilih...aku takut salah menentukan sikap
entah ini ujian atau firasat? entahlah..... aku hanya terus mencoba berdamai dengan pikiranku yang terus bertentangan dengan hatiku. walaupun semakin jelas kalau ungkapan hati tidak sepenuhnya mencerminkan isi hati yang sebenarnya.
aku pikir...aku mampu mencipta dalam diam, aku mampu bertahan dalam guncangan, aku mampu tegar dalam cabaran. tapi ternyata aku hanyalah batu yang pelan-pelan ditetesi air kemudian luluh juga....
mungkin saat ini semua yang nyata nampak indah di pelupuk mata, tapi bagaimana jika nanti berubah? bagaimana jika nanti Allah membolak-balikan hatinya? bagaimana jka nanti tidak seindah yang dibayangkan?
aku hanya ingin memulai sesuatu yang baik dengan yang baik pula agar hati dan pikiranku tidak selalu beradu hingga membuatku samar dalam menentukan arah.
ke arah manakah yang terbaik?
ke jalan manakah yang harus kupilih?
mungkin sulit untuk memulai sesuatu yang baru, namun penyesalan di akhir akan jauh lebih sulit diterima. aku hanya perlu menyelaraskannya saja. kemudian aku bertanya "hanya???" itu bukan perkara mudah, bahkan aku sudah menghabiskan waktu untuk mencari cara agar semuanya tidak hanya terlihat baik tapi juga terasa baik bagi siapapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar